Jadilah Penonton yang Rasional

Saya sering tidak habis pikir ketika membaca komentar-komentar pada berita di situs berita online, khususnya berita tentang sepakbola. Apalagi jika yang bertanding adalah klub-klub luar negeri yang selama ini dikenal rivalitasnya di lapangan hijau. Sebut saja Real Madrid vs Barcelona, MU vs Manc City, AC Milan vs Inter Milan atau klub-klub lain di liga-liga besar di eropa.

Banyak komentar-komentar yang sama sekali tidak menunjukkan kesantunan. Kata-kata kasar dan kotor sering keluar. Saling caci dan saling serang, tanpa mau mengakui keunggulan tim lawan.

Jika dipikir lebih jauh, ada tidak sih untungnya menjadi fans fanatik sebuah klub bola seperti itu?  Jika klub yang dibela itu menang, apa kita ikut menikmati hadiahnya? Kecipratan barang serupiah saja tidak. Lha kok mau-maunya ngotot-ngototan membela tim tersebut?

Jika tim tersebut kalah, memang ada pengaruhnya dengan kehidupan yang kita jalani? Kenapa juga kita harus ikut-ikutan stres, sampai tidak doyan makan minum?

Kalah atau menang, pemain klub-klub tersebut tetap digaji, tetap kaya raya. Bahkan ada pemain yang penghasilannya dalam sepekan sama dengan penghasilan kita bertahun-tahun. Walaupun kalah, klub tersebut tetap mendapatkan banyak uang dari hak siar televisi, sponsor, tiket pertandingan, penjualan merchandis dan pemasukan-pemasukan lain. Dan mereka sama sekali tidak peduli dengan nasib kita.

Kalau alasannya adalah kebanggaan, kebanggaan akan apa? gengsi akan apa? Apa kita termasuk jajaran tim pelatih yang ikut meracik strategi di lapangan? Yang akan bangga jika menang dan akan melakukan evaluasi jika kalah? Kita hanyalah penonton yang berada di benua yang berbeda, yang tidak pernah bersinggungan secara langsung dengan tim tersebut. Maka jadilah penonton yang rasional, yang tidak mengorbankan perasaan, mood, suasana hati hanya karena fanatik mendukung tim-tim tertentu. Tidak juga mengorbankan hubungan dengan orang lain, hanya karena mendukung dua tim yang berbeda.

Sepakbola memang telah menjadi industri yang cukup menggiurkan. Tidak heran jika masalah sepakbola di Indonesia masih carut marut tanpa penyelesaian. Masing-masing tidak ingin berbagi kue yang sama. Sementara penontonnya masih suka tawuran, bacok-bacokan, bahkan ada yang sampai meninggal. Jadi, siapa yang diuntungkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: