Dari Bedah Buku Tere Liye: Menulislah Dengan Rasa Cinta

tereliyeHari Sabtu kemarin, saya diberi kesempatan untuk menjadi moderator bedah buku Tere Liye, “Bidadari-Bidadari Surga”, sekaligus juga membahas tentang dunia tulis menulis yang selama ini digeluti oleh penulisnya.

Dalam benak saya, Tere Liye adalah nama pena seorang penulis wanita, sebab terdengar begitu feminin. Banyak juga orang lain yang beranggapan seperti itu. Ternyata Tere Liye ini seorang laki-laki tulen bro :D.

Pada awalnya saya juga berpikir bahwa Tere Liye adalah seorang full time writer, seorang penulis yang memang pekerjaan sehari-harinya hanya menulis. Sebab sampai saat ini, di usianya yang baru 33 tahun, Tere Liye sudah menghasilkan 15 novel. Ternyata dalam kesehariannya Kang Tere adalah seorang akuntan, beliau alumni fakultas ekonomi UI. Bagaimana bisa ya?

Ternyata, kegiatan menulis bagi seorang Tere Liye adalah sebuah kebutuhan, yang dibarengi dengan rasa cinta. Taraf kebutuhannya seperti orang buang air besar, yang mau tidak mau ketika keinginan untuk BAB itu datang, pasti akan langsung ke belakang untuk menunaikannya. Menurutnya, dalam sehari dia mendisiplinkan diri untuk menulis minimal 1/2 jam, terkadang bisa 1 jam atau lebih dari itu.

Kegiatan tulis menulis sudah digelutinya sejak lama. Ketika masih sekolah beliau sudah mengirimkan tulisan-tulisan untuk majalah anak-anak. Bahkan ketika SMA, sudah ada tulisan-tulisannya yang dimuat di harian lokal.

Tema pada novel yang dibuatnya sebenarnya sederhana, hanya saja sebagaimana penuturannya, dia mampu memberi sudut pandang yang berbeda sehingga menjadi menarik. Beberapa novelnya kini telah menjadi best seller. Bahkan dua novelnya sudah difilmkan, yaitu Hafalan Shalat Delisa, dan Bidadari-Bidadari Surga.

Menulis, menurutnya adalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, dengan profesi apa saja. Dia sendiri seorang akuntan, begitu juga dengan penulis lain seperti Andrea Hirata yang ketika menelurkan novel fenomenal “Laskar Pelangi” masih aktif sebagai pegawai PT Telkom. Menulis bisa dilakukan oleh seorang dokter, pegawai, atau bahkan ibu rumah tangga.

Diantara kisah inspiratif yang diceritakan oleh Kang Tere adalah tentang seorang ibu rumah tangga yang hobi memasak. Pada suatu hari dia terpikir untuk mengupload resep masakan yang dia buat di blognya. Proses ini berlangsung cukup lama, hingga pada suatu ketika ada penerbit yang berminat untuk membukukan kumpulan resep masakan di blognya tersebut, hingga jadilah sebuah buku.

Untuk menjadi seorang penulis yang baik, seseorang harus banyak praktek dan berdisiplin dalam menulis. Usahakan setiap hari menulis, jangan berpikir tentang berapa orang yang akan membaca dan penilaian apa yang akan diberikan oleh orang-orang. Menulislah tanpa merasa terpaksa dan dipaksa, tetapi menulislah karena itu adalah kebutuhan. Menulislah tanpa pernah berpikir bahwa akan ada penerbit yang menerbitkan tulisan-tulisannya. Jika terus-menerus berdisiplin dalam menulis, maka dalam 6 bulan atau 1 tahun kedepan, akan terjadi peningkatan dalam tulisan-tulisan yang dibuat.

Selain itu, kita harus menyiapkan banyak amunisi untuk selalu menghasilkan tulisan. Bagaimana bisa menulis jika tidak ada bahan yang akan ditulis? Maka banyak-banyaklah membaca, mengamati, dan mencatat. Adalah nonsense seseorang mampu menghasilkan tulisan yang baik tanpa banyak membaca.

Apa yang disampaikan oleh Kang Tere memang inspiratif, mampu memantik keinginan peserta untuk menulis. Apalagi mayoritas audien adalah siswa SMA, masa-masa dimana masih cukup waktu untuk memulai sesuatu. Bagi saya sendiri, kegiatan ini menumbuhkan kembali minat untuk menulis yang sudah terhenti cukup lama. Dulu semasa kuliah, saya cukup aktif menulis di blog. Bahkan 2 atau 3 tulisan saya pernah dimuat di sebuah majalah keluarga Islam dan 1 tulisan dimuat di majalah remaja Islam. Tapi proses itu kemudian terhenti, saya mengalami stagnasi yang cukup lama. Kegiatan ini menyadarkan saya tentang pentingnya menulis dan bahwa salah satu tujuan menulis adalah untuk berbagi pengetahuan. Terima kasih kang Tere!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: