Ketika Lebaran Tidak Bisa Mudik

Lebaran baru saja kita lewati dua hari yang lalu. Gema takbir yang gegap gempita seperti masih terngiang di telinga kita, sebuah simfoni syahdu yang selalu hadir setahun dua kali, idul adha dan idul fitri, meninggalkan jejak kerinduan yang takkan pernah hilang, merasuk kedalam jiwa, membuat jantung itu berdegup semakin cepat, membawa kita pada pengalaman spiritual yang menakjubkan sekaligus mengharukan. Itulah hari raya yang mempesona… duhai… akankah kita berjumpa lagi?!

Begitulah lebaran yang selalu hadir setiap tahun, tak pernah bosan bagi kita untuk berharap perjumpaan itu lagi, tak pernah lelah menanti, walau duabelas bulan lamanya lagi. Harapan itulah yang membuat kita bertahan di tengah himpitan kehidupan, di tengah bencana yang akhir-akhir ini sering menerpa, dari lumpur lapindo sampai gempa.

Lebaran selalu dilewati dengan ritual yang sama: MUDIK. Dimana-mana orang ingin pulang kampung menyambut lebaran. Di jakarta orang ingin mudik, di lampung orang ingin mudik. Bapak-bapak ingin mudik, ibu-ibu ingin mudik, kakek nenek dan anak-anak pun semuanya ingin mudik. Semuanya itu karena ingin menyambut lebaran. Nampaknya lebaran dan mudik sudah seperti nasi dan lauknya, yang tidak akan terasa nikmat jika tidak ada salah satunya.

Orang-orang berjubel dan berebutan di stasiun, terminal, penyeberangan, hanya karena ingin mudik dan menyambut lebaran di kampung. Ada yang sampai pingsan karena berdesak-desakan, ada yang sampai tidur disana karena menunggu dibukanya loket untuk membeli tiket, ada yang membeli tiket melalui calo walaupun harganya sudah selangit, semua itu karena ingin mudik dan berlebaran di kampung.

Semua ‘huru-hara’ dan kesusahan itu nampaknya tak pernah dihiraukan. Setiap tahun toh selalu begitu kejadiannya. Tapi lebaran di kampung itu tetap selalu mempesona. Apapun yang terjadi pokoknya harus lebaran di kampung! Saya baru merasakan benar tentang hal itu pada lebaran tahun ini. Qodarullah, karena istri sedang hamil muda, saya tidak berani membawa istri untuk pulang kampung karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh (tak kurang dari 10 jam jika naik bus umum). Akhirnya kami memutuskan untuk berlebaran di tempat kerja.

Pada awalnya biasa saja, tapi begitu memasuki malam takbiran… duhai… begitu rindunya pada suasana kampung halaman… kenangan-kenangan itu seakan menyerbu tak henti-hentinya (apa terlalu didramatisir ya? hehe) tapi swear… saat itu juga rasanya ingin sekali pulang. Saya seakan merasa kesepian ditengah keramaian (tapi setidaknya masih ada istri yang juga sama-sama kesepian… hehe). Bahkan ketika tulisan ini sedang saya buat, sisa-sisa kerinduan itu masih cukup kuat terasa. Ah… barangkali karena ini lebaran pertama di kampung orang….

Kejadian ini membuat saya lebih mengerti mengapa orang-orang begitu inginnya mudik ketika lebaran, ingin merasakan saat-saat berkumpul bersama keluarga dalam suasana yang berbahagia. Nikmatnya kebersamaan yang hanya bisa dirasakan setahun sekali. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Taqobbalallahu Minna wa Minkum….

4 Tanggapan

  1. saya juga tidak mudik tahun ini …. lebih jauh lagi & lebih lama dari 16 jam …. :(

    tapi pasti ada hikmahnya kok, hanya saja kita mungkin belum tahu rahasianya … coba ditebak2 … :)

    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin

    Lagi Gempa Lebaran
    http://richocean.wordpress.com/2009/09/23/gempa-lagi-lebaran-1430h-sumatrabalijawa/

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/21/video-live-malam-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-%e2%80%93-selatan-jawa-merak/
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/21/video-live-malam-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-%e2%80%93-solo/

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    -http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal :lol:

  2. kami juga tidak mudik pak…
    entah berapa jam kalo mudik pake bus…hehehe
    salam tuk keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: