Cahaya yang Meredup

Coba perhatikanlah keadaan jiwa kita, dimana kadang-kadang cahaya iman meredup seiring dengan jauhnya kita dari majelis ilmu, teman-teman yang saleh, dan buku-buku yang bermanfaat. Lalu, semangat ibadah pun menjadi surut, kekhusyuan shalat sedikit demi sedikit tercerabut, dan kita mulai merasakan kegersangan hati.

Mungkin demikianlah setan menggoda kita, sejengkal demi sejengkal, sampai kita terjerembab dalam kegelapan maksiat. Dan itu berlangsung tanpa kita sadari, hingga kita terhenyak dan tersadar bahwa kita telah berada di bibir jurang. Hanya Allah-lah tempat kita bergantung dan meminta pertolongan.

Jiwa kita memang memiliki kecenderungan untuk malas dan lalai, sehingga perlu ada usaha keras untuk mendidiknya. Maka kita memerlukan seorang murabbi yang mengerti kondisi hati, yang selaras antara ilmu dan amalnya, dan bisa menjadi teladan dalam menempuh jauhnya perjalanan. Betapa indahnya!

Satu Tanggapan

  1. setuju
    kita bikin di setiap daerah
    tempat sekelas
    daarut tauhid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: