Posted on Maret 11, 2008 by tasurun
Merenung dan berpikirlah, maka jika beruntung, engkau akan mendapat inspirasi baru, imajinasi liar, dan inovasi tanpa batas. Seperti Archimedes yang keluar dari kamar mandi dengan (maaf) telanjang dan berteriak eureka! eureka! karena berhasil menemukan cara menentukan mahkota asli.
Merenung dan berpikirlah, mengikuti sabda filsuf Prancis Rene Descartes, “Cogito Ergo Sum”, aku berpikir maka aku ada, sabda yang telah menjadi tonggak madzhab rasionalisme, itu jika kau ingin menuhankan akalmu, meragukan segala hal, termasuk dirimu, dan menggunakan akalmu untuk menjadi patokan kebenaran. Tapi apa itu mungkin? Jangan-jangan yang kau anggap kebenaran itu sendiri adalah sebuah kesalahan? Atau ketika kau berpikir itu sendiri adalah sebuah kesalahan?
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Catatan | 1 Komentar »
Posted on Maret 11, 2008 by tasurun
Tanyalah pada rintik hujan, pada kemilau senja, pada daun yang berserak, pada ranting patah, pada biru gunung, pada segala yang kau lihat, tanyalah tentang gundahmu itu, tumpahkan semua masalahmu itu kawan, maka rasakan kelegaan hati, terlepaslah beban yang menindih.
Lalu tulislah pada kulit pohon, pada tanah merah, pada dinding malam, torehkan semua, pahatkan segala, maka rasakan kesejukan jiwa, hilangkan sesak dada.
Sudahkan engkau membaca sudut-sudut gelap hatimu? Yang mulai mengembang memakan ruang? Bukankah titik-titik hitam itu telah terjejal disana? Semakin hari semakin bertambah?
Mungkin kau tidak paham apa yang kaubaca, karena akupun tak paham apa yang kutulis. Tidak ada pertanyaan, titik!
DIarsipkan di bawah: Catatan | 2 Komentar »
Posted on Februari 25, 2008 by tasurun
Sekali-kali pandanglah langit pada malam cerah kala bintang bertaburan. Kita akan dibawa pada ekstase perasaan di tengah semesta yang maha luas. Kita akan merasa menjadi sebuah noktah di tengah lautan ciptaan-Nya. Betapa kecil dan ringkih. Kita hanyalah satu titik di bumi, di antara tata surya, di antara galaksi-galaksi di kolong langit. Semua kesombongan dan keangkuhan luruh bersama kesadaran akan keterbatasan.
Saat ini kita hidup di sebuah dunia yang dipenuhi permasalahan-permasalahan yang begitu kompleks, dari mulai kediktatoran Amerika yang dengan buas menginvasi negeri-negeri muslim seperti Afghan dan Irak, sampai permasalahan-permasalahan hidup sehari-hari seperti kenaikan BBM dan TDL. Semua berita-berita itu disajikan oleh berbagai media cetak dan elektronik, dan masuk ke rumah-rumah kita, menjadi bacaan dan sumber informasi.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Catatan | 5 Komentar »
Posted on Februari 25, 2008 by tasurun
Ada waktu-waktu yang kita perlukan untuk merenung dan berkontemplasi. Merenung tentang kehidupan dan hari-hari yang telah berlalu. Kita perlu waktu dan ruang privasi untuk itu, agar bisa melihat kembali perjalanan-perjalanan yang telah kita tempuh. Merenung berarti mencari hikmah yang tercecer, merenung berarti memikirkan ulang peristiwa-peristiwa untuk mengambil pelajaran sebagai bekal bagi perjalanan kita selanjutnya.
Jiwa kita terkadang begitu menginginkan saat-saat seperti itu, dalam sunyi dan kesendirian, saat yang kondusif untuk berkontemplasi, saat ketika kita berada jauh dari segala aktifitas dan hiruk-pikuk yang menyesak. Di sanalah kita bisa melihat secara menyeluruh, dengan cara pandang yang lebih luas terhadap apa saja yang telah terjadi. Hasilnya, berupa pemikiran dan gagasan-gagasan baru, atau cara pandang baru, atau pergeseran paradigma dari apa yang kita alami sebelumnya.
Ketika menghadapi sebuah masalah, biasanya kita terperangkap dalam kotak masalah itu sendiri, tanpa sadar kita terkurung dan terjebak dalam labirin yang tercipta. Proses perenungan bisa menjadi batu loncatan untuk keluar dan terbebas dari tarikan masalahnya, sehingga kita bisa berpikir secara jernih tanpa mengedepankan emosi dan perasaan.
DIarsipkan di bawah: Diary | Leave a Comment »
Posted on September 29, 2007 by tasurun
Ramadhan sudah hampir memasuki sepertiga fase terakhir. Anak-anak (baca siswa) sudah libur sejak hari Rabu kemarin. Guru-guru baru mulai libur tanggal 1 Oktober, maklum, gaji baru bisa diambil tanggal 30 September besok. Tapi kayaknya aku belum bisa langsung pulang, masih asyik memperdalam ilmu di laboratorium komputer. Banyak hal yang ingin aku perdalam lagi, apalagi koleksi majalah dan buku komputerku sudah cukup banyak (selama ini hanya sekilas saja disentuh). Sebagai pengajar komputer aku harus terus mengasah kemampuan, karena perkembangan pengetahuan siswa juga lumayan cepat, sehingga aku harus siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan mereka.
Langkah pertama adalah mendesain lab agar bisa menjadi tempat praktik yang nyaman, baik dari segi posisi maupun konfigurasi jaringannya. Saat ini aku sudah menginstal CentOS 5, Mandriva 2007.1, dan rencananya akan ditambah dengan zencafe dan kuliax, semua CD/DVD itu aku dapatkan dari majalah InfoLinux. Selain itu juga akan aku install Windows 2003 server. Ditambah denganWinXP dan Win2K yang sudah terinstall di beberapa komputer, nampaknya sudah lebih dari cukup untuk belajar jaringan multiplatform.
Sebagai seorang pemula di bidang ini maka aku harus banyak mencoba hal-hal baru, walaupun karena sifatnya otodidak, banyak kendala yang aku temui tidak bisa dikonsultasikan langsung dengan seorang partner. Untungnya ada konseksi internet yang bisa membantuku mencari tutorial-tutorial yang terkait dengan permasalahan yang aku temui, atau bertanya kepada teman yang kebetulan sedang online. Saat ini sementara aku sedang konsentrasi untuk memahami bagaimana linux bekerja dan sementara baru dikoneksikan dengan WinXP. Pengalaman-pengalamanku dalam belajar mungkin akan aku tuliskan diblog ini, sebagai bahan sharing bagi para pembaca. Doakan saja.
DIarsipkan di bawah: Catatan | 1 Komentar »
Posted on Februari 11, 2007 by tasurun
Mengurus sebuah situs, dimana personelnya saling berjauhan satu sama lain, ternyata lumayan susah juga, apalagi ketika kita ingin melakukan koordinasi. Cara paling murah untuk mengadakan rapat akhirnya dengan konferensi menggunakan Yahoo Messenger. Karena keterbatasan bandwidth akhirnya memakai teks saja, sehingga kurang bisa efektif dan gesit ketika ingin menyampaikan usulan atau mengambil keputusan. Tapi sudah cukup membantulah.
Itu masalah dari sisi teknis. Belum masalah lain terkait dengan waktu yang kadang tidak bisa dikompromikan satu sama lain karena masing-masing memiliki agenda dan aktifitas masing-masing. Maklumlah, karena kepengurusan situs sifatnya volunteer, belum dikelola secara profesional, dalam arti ada pengurus khusus yang memang dibayar untuk itu, dan situsnya sudah bisa mendapatkan pemasukan dari iklan.
Tapi disitulah nilai perjuangannya, apalagi situs ini ditujukan untuk kepentingan dakwah, sehingga bagaimanapun susahnya situs harus tetap eksis dalam menebarkan cahaya Islam. Hanya pahala dan pertolongan dari Allah-lah yang kita harapkan.
DIarsipkan di bawah: Diary | Leave a Comment »
Posted on Februari 9, 2007 by tasurun
Coba perhatikanlah keadaan jiwa kita, dimana kadang-kadang cahaya iman meredup seiring dengan jauhnya kita dari majelis ilmu, teman-teman yang saleh, dan buku-buku yang bermanfaat. Lalu, semangat ibadah pun menjadi surut, kekhusyuan shalat sedikit demi sedikit tercerabut, dan kita mulai merasakan kegersangan hati.
Mungkin demikianlah setan menggoda kita, sejengkal demi sejengkal, sampai kita terjerembab dalam kegelapan maksiat. Dan itu berlangsung tanpa kita sadari, hingga kita terhenyak dan tersadar bahwa kita telah berada di bibir jurang. Hanya Allah-lah tempat kita bergantung dan meminta pertolongan.
Jiwa kita memang memiliki kecenderungan untuk malas dan lalai, sehingga perlu ada usaha keras untuk mendidiknya. Maka kita memerlukan seorang murabbi yang mengerti kondisi hati, yang selaras antara ilmu dan amalnya, dan bisa menjadi teladan dalam menempuh jauhnya perjalanan. Betapa indahnya!
DIarsipkan di bawah: Catatan | 1 Komentar »