Puisi Sebagai Ungkapan Isi Hati

Saya termasuk yang senang menikmati keindahan kata dalam puisi. Ada rasa yang berpijar-pijar ketika membaca untaian kalimat yang indah itu. Karena suka membaca puisi itulah maka terkadang saya berangan-angan untuk bisa membuat sebuah puisi yang indah, dan yah, saya akui usaha kearah sana cukup sulit. Kadang, kalimat yang kita pilih pada akhirnya mentok dan tidak tahu akan diarahkan kemana. Namun ada saat-saat dimana kata-kata itu bermunculan begitu saja dalam pikiran kita, sehingga jadilah puisi pendek yang – menurut standar pribadi – cukup enak dibaca. Biasanya puisi-puisi yang keluar dari proses seperti ini adalah puisi-puisi yang benar-benar sedang mencerminkan isi hati, puisi yang muncul sebagai ungkapan dari kegundahan hati. Berikut ini beberapa puisi yang berhasil saya ciptakan, walaupun mungkin masih jauh dari standar puisi yang sesungguhnya. Ada yang ingin memberi masukan?

(i)

Aku tengah melukis sepi
pada bayang wajah di langit malam
angan mengembara pada serpih kenangan
mengalir deras bagai sungai airmata
inikah wajah itu
mencuri hati pada sepenggal waktu

(ii)

Lalu waktupun berhenti
dan angin menerbangkan mimpi
kala terselip wajah itu
pada dzikir dan doa syahdu
salahkah aku?

(iii)

Aku belajar mengeja kata
dari tepian hati yang terpahat rasa
kala rindu selimuti kalbu
dan cinta menyiksa jiwa
pada siapa kulabuhkan asa?

4 Tanggapan

  1. puisi itu ada judul
    fungsinya “mengikat makna”
    katanya menyamakan persepsi
    kasih konsentrasi pada diksi
    coba kasih judul
    lead nya kerasa
    pas ada ending dari awal berupa judul
    kayak lagu reff gitu
    atawa yang ditekankan
    cieeh…
    kayak dapet a aja nih aku mata kuliah bahasa indon nya
    padahal tuh
    cablak ha3x…

  2. jika malam beranjak ke tepian
    ada saat kalbu terbang ke haribaan
    tatkala harap pasti ‘kan terkabul
    beribu syukur kepada yang kepadaNya segala asa dilabuhkan

  3. nama waktu kian indah terpandang dalam logika fikiran inikah gurisan waktu atu hanya kenangan yg memenuhi frequensi hati yg menjelma dalam detik

  4. belum peranh ada waktu di dalam kehidupan manusia sepanjang kita mau berjuang tanpa air mata di sisi

Tinggalkan Balasan