Puisi Sebagai Ungkapan Isi Hati

Saya termasuk yang senang menikmati keindahan kata dalam puisi. Ada rasa yang berpijar-pijar ketika membaca untaian kalimat yang indah itu. Karena suka membaca puisi itulah maka terkadang saya berangan-angan untuk bisa membuat sebuah puisi yang indah, dan yah, saya akui usaha kearah sana cukup sulit. Kadang, kalimat yang kita pilih pada akhirnya mentok dan tidak tahu akan diarahkan kemana. Namun ada saat-saat dimana kata-kata itu bermunculan begitu saja dalam pikiran kita, sehingga jadilah puisi pendek yang – menurut standar pribadi – cukup enak dibaca. Biasanya puisi-puisi yang keluar dari proses seperti ini adalah puisi-puisi yang benar-benar sedang mencerminkan isi hati, puisi yang muncul sebagai ungkapan dari kegundahan hati. Berikut ini beberapa puisi yang berhasil saya ciptakan, walaupun mungkin masih jauh dari standar puisi yang sesungguhnya. Ada yang ingin memberi masukan?

(i)

Aku tengah melukis sepi
pada bayang wajah di langit malam
angan mengembara pada serpih kenangan
mengalir deras bagai sungai airmata
inikah wajah itu
mencuri hati pada sepenggal waktu

(ii)

Lalu waktupun berhenti
dan angin menerbangkan mimpi
kala terselip wajah itu
pada dzikir dan doa syahdu
salahkah aku?

(iii)

Aku belajar mengeja kata
dari tepian hati yang terpahat rasa
kala rindu selimuti kalbu
dan cinta menyiksa jiwa
pada siapa kulabuhkan asa?

15 Tanggapan

  1. puisi itu ada judul
    fungsinya “mengikat makna”
    katanya menyamakan persepsi
    kasih konsentrasi pada diksi
    coba kasih judul
    lead nya kerasa
    pas ada ending dari awal berupa judul
    kayak lagu reff gitu
    atawa yang ditekankan
    cieeh…
    kayak dapet a aja nih aku mata kuliah bahasa indon nya
    padahal tuh
    cablak ha3x…

  2. jika malam beranjak ke tepian
    ada saat kalbu terbang ke haribaan
    tatkala harap pasti ‘kan terkabul
    beribu syukur kepada yang kepadaNya segala asa dilabuhkan

  3. nama waktu kian indah terpandang dalam logika fikiran inikah gurisan waktu atu hanya kenangan yg memenuhi frequensi hati yg menjelma dalam detik

  4. belum peranh ada waktu di dalam kehidupan manusia sepanjang kita mau berjuang tanpa air mata di sisi

  5. Wah.,puice ne bgusz bget….Tlg d0nk krimin ke email sya!! Please…Thanks,

  6. cinta membuat kita posing……
    hanya cinta kepada Allah yg membuat aku ngerti akan arti cinta yang sesungguhnya….!!!!!

  7. Tak bisa tanpamu

    Tak bisa diriku tanpamu…
    semua kosong tanpa dirimu…
    hati bagaikan sampah tak berarti lagi…
    Hanya Air mata yang sekarang menemani diri ini…
    dan hanya bayangmu yang kadang muncul dan membuatku tersenyum…
    sepertinya, semua berakhir di sini…
    Aku hanya ingin mengatakan Bahwa….
    Ku tak bisa hidup tanpamu…

  8. kurang berkesan,,,dan kurang menarik

  9. Andai rasa itu mmng sdh tdk ada lg di hatimu
    Biarkn lah aq saja yg merasakannya

    Karna aq tau…
    Rasa itu hadir, aq yg paksa agar ko dpt merasakan
    Apa yg ku rasakan disaat itu

    Kini aq sadar….
    Bahwa perasaan yg datang dgn terpaksa
    Maka dia akan pergi dgn tanpa adanya perasan pula

  10. gak asik baget degar puisi ya

  11. Ku rangkai kata dlm hening’y mlm….
    bait” kata penuh cinta n rindu ku ukir dlm hati…
    Menari” dlm hati seuntai kata rindu pdmu belahan jiwaQ….

  12. terkadang memang perasaan datanng,. dan hati berkta yang tak mampu diungkap kan,,,
    membuat kita memilih yang tak diinginkan, tapi saat kita telah memilih

    Orang yg dipikirkan saat sunyi hadir didepan mata.!!!

  13. Dulu engkau adalah kenyataan bagiku, tapi untuk saat ini engkau hanya kenangan yang indah dalam angan ku, engkau telah menulis nama mu dalam dasar lubuk hati ku yang paling dalam, hingga engkau selalu terasa ada di samping ku, ingin rasa-nya aku memutar waktu yang telah berlalu, tapi aku tak bisa?aku hanya bisa berharap kepada Tuhan supaya engkau dapat kembali kedalam hati ku, hati ini akan selalu menunggu mu,,I LOVE YOU 4EVER de’de

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: