Tanyalah pada rintik hujan, pada kemilau senja, pada daun yang berserak, pada ranting patah, pada biru gunung, pada segala yang kau lihat, tanyalah tentang gundahmu itu, tumpahkan semua masalahmu itu kawan, maka rasakan kelegaan hati, terlepaslah beban yang menindih.
Lalu tulislah pada kulit pohon, pada tanah merah, pada dinding malam, torehkan semua, pahatkan segala, maka rasakan kesejukan jiwa, hilangkan sesak dada.
Sudahkan engkau membaca sudut-sudut gelap hatimu? Yang mulai mengembang memakan ruang? Bukankah titik-titik hitam itu telah terjejal disana? Semakin hari semakin bertambah?
Mungkin kau tidak paham apa yang kaubaca, karena akupun tak paham apa yang kutulis. Tidak ada pertanyaan, titik!
DIarsipkan di bawah: Catatan
ha..
ha..
ha..
bikin format puisi po sajak gitu loh
kalo perlu gurindam dengan irama yang asik
taste nya kayak bikin lagu
sesat gak gue sih….?
capek dech…?
diary hujan: http://afraafifah.wordpress.com
rain lover